News & Events

Pada tanggal 24 April 2021 malam, terlihat aktivitas rangkaian taraweh di Masjid Al-Iklas Perumahan Griya Azzahra Permai Kelurahan Bentiring Permai. Pada saat itu, petugas kultum (ceramah singkat) adalah Dedi Satriawan, S.Si., M.Si. Sosok ini menyampaikan materi yang cukup menarik, yaitu konsep memahami aurat perempuan.

Ceramah diawali dengan kisah Fatimah minta dibuatkan keranda bertutup kepada Asma’ binti ‘Umais dan Ali Bin Abu Tholib. Kemudian berlanjut dengan kisah seorang janda minta seorang sahabat  menjauh setelah memberikan bantuan. Selanjutnya isi ceramah mulai dilengkapi dalil:

Hadits tentang perempuan yang keluar rumah langsung ditempeli setan agar tampak menawan

ayat 4
ayat 5
ayat 6

Lalu sosok ini menjelaskan bahwa realita di zaman sekarang antara perempuan membuka aurat, berjilbab dan yang berjilbab lengkap dengan cadar yang sering dibully justru yang bercadar padahal yang bertentangan dengan syari’at adalah yang membuka auratnya. Isi ceramah dilanjutkan kembali dengan perbandingan pendapat 4 madzhab.

Pendapat madzhab Hanafi, wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Mazhab Maliki berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat. Pendapat madzhab Syafi’i, aurat wanita di depan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita memakai cadar di hadapan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu’tamad madzhab Syafi’i. Madzab Hambali, pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah wajib hukumnya bagi wanita untuk menutup wajah dari pada lelaki ajnabi.

Ceramah diakhiri dengan ayat tentang manusia yang seperti ternak. Sudah diajarkan banyak hal tapi enggan mengamalkan layaknya ternak yang dilatih tidak boleh makan tanaman yang dipelihara tetap saja makan tanaman tersebut saat lepas dari pengawasan.

ayat 7

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (QS. Al-A’roof: 179).