News & Events

Pada hari jum’at 29 Januari 2021, terlihat aktivitas rangkaian ibadah sholat Jum’at di Masjid Al-Iklas Perumahan Griya Azzahra Permai Kelurahan Bentiring Permai. Pada saat itu, khotib yang dijadwalkan oleh BKM adalah Dedi Satriawan, S.Si., M.Si. Sosok ini menyampaikan materi yang sangat penting, yaitu 4 sikap 4 Sikap Manusia yang Mengaku Muslim terhadap Perintah dan Larangan Allah SWT.

Khutbah diawali dengan mukadimah seperti umumnya. Setelah itu di sampaikan dalil berupa 3 ayat dan 1 hadits.

ayat 1

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS. An-Nisaa’: 59).

ayat 2

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (QS. An-Nisaa’: 65).

ayat 3

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata (QS. Al-Ahzab 36).

“Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal. Dia meridhai kalian untuk menyembah- Nya dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, serta berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah dan tidak berpecah belah, serta memberi nasihat kebaikan kepada orang-orang yang Allah jadikan pemimpinmu.” (HR. Muslim)

Adapun 4 Sikap Manusia yang Mengaku Muslim terhadap Perintah dan Larangan Allah SWT adalah:

  1. Menerima dan mengamalkan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan dengan senang hati

Sikap ini dapat dipahami dengan mempelajari kisah Abu Bakar ra. yang senantiasa membenarkan apa yang Rosulullah Muhammad SAW terutama kisah isro’ mi’roj sehingga dilabeli/digelari ash-shidiq (yang membenarkan)

  1. Menerima namun mengamalkan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan dengan berat hati

Sikap ini mudah dipahami dengan mempelajari kisah pemuda yang meminta izin kepada Rosulullah Muhammad SAW untuk tetap bermaksiat.

  1. Menerima namun tidak mengamalkan apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan dengan senang hati

Banyak yang seperti ini dan diistilahkan dengan munafik amali atau juga islam KTP. Kelompok ini jika ditanya sholat itu wajib dijawabnya wajib tapi dengan sadar meninggalkan sholat. Yang dengan sadar tidak penuh 5 waktu sholatnya tentunya masih masuk ketegori ini.

  1. Menolak terhadap perintah dan larangan Allah

Mengaku-ngaku muslim tapi dengan sadar/sengaja/lancang meninggalkan perintah Allah dan bergelimang maksiat melanggar larangan Allah. Tidak sedikit justru mencoba beragumentasi menyatakan perintah yang wajib itu tidak wajib. Misal, tidak sholat karena menganalogikan bahwa sekarang itu ibarat fase awal dakwah Rosulullah di Mekah yang masih tahap menanamkan konsep tauhid menolak menyembah berhala. Ini sudah bukan hanya munafik amali tapi sudah munafiq tulen. Justru patut dipertanyakan apakah syahadat yang diucapkannya itu syah atau tidak. Jika mengakui Allah adalah Ilahnya mengapa menolak ketetapan Allah baik perintah maupun larangan. Jika Mengaku Muhammad SAW adalah utusan/nabi Allah mengapa menolak mengikutinya.