News & Events

Peningkatan pengetahuan mengenai  kehamilan yang aman sampai dengan proses persalinan dan nifas merupakan salah satu faktor yang mampu mengoptimalkan upaya penurunan kejadian komplikasi dan kematian pada ibu dan bayi. Penyuluhan yang diberikan kepada ibu hamil dilakukan sebagai upaya menurunkan keterlambatan mengenal komplikasi dan mencari pelayanan kesehatan yang tepat. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) telah dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2021 oleh Suriyati, S.ST., M.Keb dengan anggota tim 2 orang mahasiswa Prodi D3 Kebidanan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Ida Laina, S.ST, jalan Simpang Kandis gang Purnawirwan RT 29 RW 05 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Pada masa kehamilan, ibu akan mengalami perubahan-perubahan  pada tubuhnya. Perubahan yang terjadi akan menimbulkan keluhan-keluhan yang biasanya akan hilang sendiri, namun ada beberapa keadaan tertentu yang perlu ibu hamil waspadai. Keadaan tersebut harus diketahui oleh ibu hamil sebagai tanda bahaya pada masa kehamilan. Tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda gejala yang menunjukkan ibu atau bayi yang dikandungnnya dalam keadaan bahaya Adapun tanda-tanda bahaya pada kehamilan tersebut adalah: mual dan muntah yang berlebihan (> 7 kali dalam sehari), perdarahan dari jalan lahir, sakit kepala yang berat, bengkak pada muka dan tangan, nyeri perut yang hebat, gerakan janin berkurang (janin bergerak minimal 3 kali dalam 1 jam atau minimal 10 kali dalam waktu sehari), dan ketuban pecah dini/ketuban pecah sebelum waktunya melahirkan.

Pengetahuan ibu yang baik mengenai tanda bahaya selama kehamilan merupakan strategi yang tepat untuk mencegah keterlambatan ibu mencari pertolongan jika mengalami komplikasi sehingga ibu dapat segera mendapatkan penanganan lebih awal dan dapat mencegah terjadinya kematian maternal maupun neonatal