News & Events

PKM

Pengabdian kepada msyarakat merupakan salah satu bentuk tridharma perguruan tinggi. Universitas Bengkulu merupakan universitas negeri yang ada di provinsi Bengkulu memiliki dosen yang selalu inovatif dalam memberikan informasi atau edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk wujud dari tridharma perguruan tinggi sekalipun dalam kondisi pandemi covid 19.

Pandemi covid 19 menimbulkan berbagai kekhawatiran khususnya pada ibu hamil dalam mendapatkan  pelayanan kesehatan terkait dengan kehamilan, persalinan dan masa pasca persalinan atau nifas dan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan terhadap bayi baru lahir .

Angka kematian ibu dan neonatal masih tinggi sehingga perlu mendapatkan perhatian pada kondisi  pandemi COVID-19. Data menunjukkan bahwa ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir juga merupakan kelompok yang rentan akan infeksi COVID-19 dan hal ini dikhawatirkan akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir.

Pembatasan pada situasi pandemi COVID-19 hampir dilakukan ke semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Seperti ibu hamil menjadi enggan ke puskesmas atau fasiltas pelayanan kesehatan lainnya karena takut tertular, adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil. Hal ini menyebabkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir menjadi salah satu layanan yang terkena dampak, baik secara akses maupun kualitas.

Adaptasi kebiasaan baru dilakukan agar hak masyarakat terhadap kesehatan dasar dapat tetap terpenuhi, ibu dan bayi tetap mendapatkan pelayanan esensial, faktor risiko dapat dikenali secara dini serta mendapatkan akses pertolongan kegawatdaruratan dan tenaga kesehatan mendapatkan perlindungan dari penularan COVID-19. Hal ini mendorong fakultas MIPA khususnya prodi D3 Kebidanan untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan informasi kepada masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu pasca persalinan tentang pelayanan pasca persalinan di fasilitas kesehatan pada era adaptasi kebiasaan baru.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan ketua pengabdi Asmariyah, SST., M.Keb anggota novianti, SST., M.Keb dan suriyati, SST., M.Keb serta dalam kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa kebidanan sebagai tim yaitu Anggun Dineti dan Laras Chinta. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu hamil TM III (usia kehamilan 28 – 40 minggu) dan ibu pasca persalinan tempat pelaksanaan kegiatan di RT 2 RW 1 Kelurahan Sido Mulyo Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Pelayanan Pasca Salin (ibu nifas dan bayi baru lahir) dalam kondisi normal tidak terpapar COVID-19 dengan ketentuan kunjungan minimal dilakukan minimal 4 kali. Ibu nifas dengan status suspek, probable, dan terkonfirmasi COVID-19 setelah pulang ke rumah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Kunjungan pasca salin dilakukan setelah isolasi mandiri selesai. Ibu pasca salin dan keluarga diminta mempelajari dan menerapkan buku KIA dalam perawatan nifas dan bayi baru lahir di kehidupan sehari-hari, termasuk mengenali TANDA BAHAYA pada masa nifas dan bayi baru lahir. Jika ada keluhan atau tanda bahaya, harus segera memeriksakan diri dan atau bayinya ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan.  KIE yang disampaikan kepada ibu nifas pada kunjungan pasca salin (kesehatan ibu nifas) adalah Higiene sanitasi diri dan organ genitalia, Kebutuhan gizi ibu nifas,  Perawatan payudara dan cara menyusui, Istirahat, mengelola rasa cemas dan meningkatkan peran keluarga dalam pemantauan kesehatan ibu dan bayinya.

 

Pelayanan KB pasca persalinan diutamakan menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) contohnya IUD dan dilakukan dengan janji temu dan menerapkan protokol kesehatan serta menggunakan APD yang sesuai dengan jenis pelayanan. Ibu dengan suspek, probable, atau terkonfirmasi COVID-19, pelayanan KB selain AKDR pascaplasenta atau sterilisasi bersamaan dengan seksio sesaria, dilakukan setelah pasien dinyatakan sembuh.

 

Penularan COVID-19 secara vertikal melalui plasenta belum terbukti sampai saat ini. Oleh karena itu, prinsip pertolongan bayi baru lahir diutamakan untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 melalui droplet atau udara (aerosol generated). Penanganan bayi baru lahir ditentukan oleh status kasus ibunya. Bila dari hasil skrining menunjukkan ibu termasuk suspek, probable, atau terkonfirmasi COVID-19, maka persalinan dan penanganan terhadap bayi baru lahir dilakukan di Rumah Sakit. Bayi baru lahir dari ibu yang BUKAN suspek, probable, atau terkonfirmasi COVID-19 tetap mendapatkan pelayanan neonatal esensial saat lahir (0 – 6 jam), yaitu pemotongan dan perawatan tali pusat, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), injeksi vitamin K1, pemberian salep/tetes mata antibiotik, dan imunisasi Hepatitis B.

Kunjungan neonatal dilakukan bersamaan dengan kunjungan nifas. KIE yang disampaikan pada kunjungan pasca salin (kesehatan bayi baru lahir) adalah tentang ASI eksklusif, Perawatan tali pusat, menjaga badan bayi tetap hangat, dan cara memandikan bayi, Khusus untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) : apabila ditemukan tanda bahaya atau permasalahan, bayi harus segera dibawa ke Rumah Sakit.

 

Pelayanan Skrining Hipotiroid Kongenital tetap dilakukan. Idealnya, waktu pengambilan spesimen dilakukan pada 48 – 72 jam setelah lahir dan masih dapat diambil sampai usia bayi 14 hari. Bila didapatkan hasil skrining dan tes konfirmasinya positif hipotiroid, maka diberikan terapi sulih hormon sebelum bayi berusia 1 bulan.

 

Tim pengabdi dalam kegiatan ini menyampaikan informasi dan edukasi kepada ibu hamil selain konseling juga menggunakan leaflet dengan tujuan agar ibu hamil dan ibu pasca persalinan dapat membaca dan mendapatkan informasi dari leaflet tersebut sehingga mendapatkan hasil yang maksimal terhadap perubahan pengetahuan. Untuk mengevaluasi keberhasilan pemberian informasi dan edukasi kepada sasaran tim pengabdi menggunakan penilaian pengetahuan ibu tentang pelayanan pasca persalinan di fasilitas kesehatan pada era adaptasi kebiasaan baru dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian informasi atau edukasi.

Penilaian akhir menunjukkan bahwa ibu hamil yang belum tahu tentang pelayanan pasca persalinan di fasilitas kesehatan pada era adaptasi kebiasaan baru menjadi tahu setelah dilakukan pemberian informasi atau edukasi serta pemberian leaflet. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan pengetahuan ibu dan pada akhirnya diharapakan akan terjadi perubahan perilaku ibu hamil dalam kesehatan.